Teknologi asistitive adalah layanan bantuan yang digunakan untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitias termasuk siswa berkebutuhan khusus melalui peralatan praktis.

 

1. Speech-to-text digunakan untuk mengubah mengubah suara menjadi teks, hal ini sering digunakan pada handphone android. Speech-to-text dapat membantu siswa dengan hambatan penglihatan, siswa disleksia, siswa yang kesulitan dalam mobilitas. Speech-to-text juga dilengkapi dengan fitur “talk-back” sehingga bisa mengoreksi kesalahan pengejaan teks.

2. Text-to-speech digunakan untuk mengubah teks menjadi suara sehingga siswa dengan hambatan penglihatan dapat mengakses teks yang sudah diubah menjadi suara(audio)

3. Screen reader (pembaca layar). JAWS (Job Access With Speech) merupakan aplikasi pembaca layar (screen reader) yang berfungsi untuk membantu penderita tunanetra dalam mengoperasikan komputer. JAWS bekerja dengan membaca semua tulisan yang muncul pada layar.

4. Graphic organizer.

Sebagai teknologi asistive, graphic organizer membantu siswa untuk membuat poin-poin penting selama penulisan. Teknologi ini membantu siswa yang mengalami gangguan ekspresi menulis seperti disgrafia, siswa hambatan pendengaran, siswa hambatan intelektual. Graphic organizer dapat berupa gambar, chart, dll

 

Misalnya, sebelum kita akan menggunakan teknologi asistive yaitu komputer di kelas inklusif kita dapat mengecek terlebih dahulu perangkat yang akan digunakan seperti :

• Apakah warna dalam aplikasi memiliki kontras yang tepat?
• Apakah seluruh halaman diperbesar, bukan hanya teks?
• Apakah semua kontrol dapat diakses dengan keyboard?
• Apakah notifikasi audio dan visual disediakan dalam lebih dari satu format?
• Apakah kontennya jelas ketika style sheet dinonaktifkan di browser?