Prinsip Desain Pembelajaran Universal (Universal Design for Learning)

Universal Design for Learning (UDL) adalah seperangkat prinsip berbasis penelitian untuk memandu desain lingkungan belajar yang dapat diakses dan efektif untuk semua. UDL dapat diterapkan untuk untuk mengatasi kondisi kelas yang beragam. Dengan UDL guru bisa menerapkan penyesuaian pembelajaran yang bisa diterima semua karakter siswa.

 

Contoh :

Guru bisa menerapkan pendekatan pembelajaran multisensori (melibatkan semua indera) dengan multimetode.

Pembelajaran mengenal sayuran dan bumbu dapur dilakukan dengan pendekatan multisensori sehingga siswa bisa melihat, meraba, mencium, merasakan sehingga siswa mendapatkan pengalaman nyata. Hal ini bisa dilakukan dengan metode demonstrasi dan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok.

Ketika menerapkan UDL guru sudah tidak perlu lagi terlalu fokus pada siswa-siswa yang berkebutuhan khusus saja, namun sudah mempertimbangkan karakter berbeda dari semua siswa di kelasnya.

 

Terdapat tiga prinsip dalam desain pembelajaran universal (UDL) yaitu :

1. Berikan Berbagai Cara Representasi

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan berbagai cara yang berbeda-beda.
Memberikan konten akademik melalui berbagai format (visual, auditori, kinestetik) untuk mengakomodasi pembelajaran. Semakin banyak kesempatan multisensor yang siswa miliki untuk berinteraksi dengan konten, semakin besar kemungkinan pengetahuan yang akan diterima oleh siswa. Tentukan tingkat pengetahuan latar belakang (kemampuan awal) yang dimiliki siswa yang dapat digunakan sebagai modalitas dalam desain. Jangan pernah berasumsi bahwa diamnya siswa menunjukkan pemahaman mereka.

2. Berikan Beragam Cara Aksi dan Ekspresi

Memungkinkan bahwa siswa dapat mengekspresikan pengetahuan yang ia ketahui dengan berbagai cara.
Izinkan siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dalam berbagai cara (tertulis, verbal, kinestetik). Pastikan akses ke teknologi bantu seperti text-to-speech, speech-to-text dan alat untuk organisasi seperti grafik organiser. Jika siswa mampu mengakomodasi media yang digunakan dalam pembelajaran, guru dapat meningkatkan atau memperluas media yang digunakan.

3. Berikan Beragam Cara Keterlibatan

Guru memotivasi dan merangsang anak untuk terlibat dalam pembelajaran dengan berbagai pilihan cara.
Saat pembelajaran, terdapat berbagai keinginan siswa untuk belajar seperti ingin melakukan kerja kelompok atau belajar secara mandiri. Guru diharapkan memberikan pilihan kepada siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka untuk menerima pembelajaran. Misalnya, memberikan papan pilihan atau menu tempat siswa dapat memilih untuk menggambarkan, menulis atau mendiskusikan materi pembelajaran. Memberikan pilihan kepada siswa untuk memilih kegiatan kolaboratif atau individual.