Kurikulum adalah seperangkat rencana atau pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan atau pendidikan yang di dalam nya mencakup pengatura tentang tujuan, isi/materi, proses dan evaluasi. Tujuan berarti apa yang akan dicapai, materi berarti apa yang akan dipelajari, proses berarti apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan evaluasi berarti apa yang harus dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan.
Model pengembangan kurikulum untuk siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusif :

1. Model Duplikasi

Duplikasi artinya meniru atau menggandakan. Dalam kaitannya dengan model kurikulum, duplikasi berarti memberlakukan kurikulum yang sama antara siswa berkebutuhan khusus dengan siswa rguler. Model duplikasi dapat diterapkan pada empat komponen utama kurikulum yaitu tujuan, isi, proses, evaluasi.

2. Model Modifikasi

Modifikasi berarti mengubah untuk disesuaikan. Model modifikasi kurikulum yaitu kurikulum umum yang diberlakukan untuk siswa reguler diubah untuk disesuaikan dengan kemampuan siswa berkebutuhan khusus. Contohnya pada komponen isi, siswa berkebutuhan khusus mendapatkan materi pembelajaran yang tingkat kedalaman, keluasan dan kesulitannya berbeda dengan siswa reguler karena sudah disesuaikan dengan kemampuan siswa.

3. Model Substitusi

Substitusi berarti mengganti. Dalam kaitannya dengan kurikulum berarti mengganti sesuatu yang ada dalam kurikulum umum dengan sesuatu yang lain. Penggantian tersebut dilakukan karena terdapat beberapa hal yang ada dalam kurikulum yang tidak dapat diberlakukan untuk siswa berkebutuhan khusus, tetapi masih bisa digantikan dengan hal lain yang hampir sama. Model substitusi bisa terjadi dalam hal tujuan pembelajaran, materi, proses, dan evaluasi.

4. Model Omisi

Model omisi berarti menghilangkan. Dalam kaitannya dengan model kurikulum, omisi berarti upaya untuk menghilangkan sesuatu (sebagian atau keseluruhan) dari kurukulum umumm karena hal tersebut tidak mungkin diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus. Dengan kata lain, omisi adalah sesuatu yang ada dalam kurikulum umum tidak disampaikan atau tidak diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus karena sifatnya terlalu sulit atau tidak sesuai dengan kondisi anak berkebutuhan khusus. Bedanya dengan substitusi adalah materi pengganti yang sepadan, sedangkan dalam model omisi tidak ada materi penggantinya.

5. Ekstensi

Ekstensi artinya perluasan. Model ekstensi ini digunakan untuk anak berbakat (gifted) sehingga tujuan atau materi pembelajaran dapat diperluas dari kurikulum sebenarnya.

Model Tujuan Materi Proses Evaluasi
Metode Media Soal Cara Alat
Duplikasi              
Modifikasi V V V V V V V
Substitusi   V          
Omisi              
Ekstensi              

*Pemilihan model dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi siswa berkebutuhan khusus